Puasa & Anak Kost

Ditulis oleh Musa Abubakar Ali

Allah swt. Berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertakwa (QS. Al Baqarah; 183).

Istilah puasa atau dalam bahasa arab “Siyam atau Sauum” memiliki dua makna, secara etimologi dan terminology. Kedua definisi tersebut memiliki kaitan kuat satu sama lain. Saum atau Siyam secara bahasa adalah menahan, sedangkan secara istilah adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit matahari hingga terbenam. Dan kalau kita melihat lebih detail, ada keterkaitan bahasa Arab dengan bahasa Aceh, yang memang pernah digelari Serambi Mekkah, yaitu kalau dalam bahasa aceh “SOM” yang berarti menyembunyikan, maknanya orang yang berpuasa adalah menyembunyikan diri dari yang membatalkan puasa, atau dengan istilah lain bagi orang yang pura-pura berpuasa adalah menyembunyikan diri dari makan dan minum agar tidak diketaui orang lain.

Puasa merupakan ibadah mahdhah, yang tidak dapat digantikan oleh orang lain, dan fardhu a’in  hukumnya, ibadah yang menduduki peringkat tiga atau empat dalam pilar Islam memiliki keistimewaan tersendiri, karena tidak ada yang tahu kondisi seseorang apakah berpuasa atau tidak kecuali Allah dan dirinya saja, ibadah satu-satunya yang Allah swt. Khususkan untuk diriNya sendiri dan hanya dia yang akan membalasNya, sebagaimana dikatakan dalam hadist Qudsi:

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به" رواه الإمام البخاري في صحيحه عن طريق أبي هريرة فيما يرويه رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ربه.

Artinya: Setiap amalan anak Adam untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu hanya untukku, dan aku yang akan membalasnya (HR. Bukhari dari Abi Hurairah).

Sebagai seorang Muslim, kita mengetahui secara pasti tentang faedah ibadah yang kita laksanakan sehari-hari terutama faedah spiritual, seperti memperoleh ganjaran dari Allah swt. Di hari akhir nanti, juga memberikan ketenangan bathin atau tazkiyatunnafsi (penyucian jiwa). Selain aspek spiritual, puasa juga memiliki manfaat yang lain, seperti aspek kesehatan, menurut penilitian banyak pakar, puasa berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.

Kalau kita melihat lebih jauh dan mendalam, selain untuk kepentingan seperti spiritual, kesehatan dan sosial, puasa memberikan keberkahan tersendiri kepada anak kost (kontrakan), kenapa? saya sendiri yang pernah merasakan perjuangan anak kost sangat berat, terutama soal biaya hidup, kadang hari ini makan besok libur dst. Maka dengan datangnya syariat dari Allah yaitu puasa, menjawab semua keluhan dan keterbatasan biaya hidup bagi kami. Yang biasanya harus berbelanja setiap harinya, maka dengan berpuasa dapat menghemat lebih dari setengah perbelanjaan hari-hari biasa, biasanya harus menahan lapar seharian tanpa arti, maka dengan berpuasa lapar tersebut tidak sia-sia karena memperoleh pahala dari Allah swt. Dan yang lebih dan paling bermanfaat lagi, dengan berpuasa akan terhindar dari mesum, sex bebas, narkoba dll, karena jangankan beli narkoba, untuk biaya hidup yang sederhana saja harus berpuasa.

Jadi, berpuasalah :-)


 

Hari IniHari Ini70
KemarinKemarin263
Bulan iniBulan ini5179
SemuanyaSemuanya210436
Copyright Darul Ulum YPUI © 2012 :: Database Santri | Sitemap | Search | Webmail
Powered by Joomla 1.7 Templates