Belajar Bahasa Arab, Perlukah?

Ditulis oleh Mizani M. Nurdin

Sebagai muslim tentu tidak ada yang meragukan pentingnya belajar bahasa arab, meskipun agama kita ini tidak mewajibkan untuk belajar bahsa Arab. Islam menganjurkan kepada kita untuk mempelajari ilmu secara umum, termasuk di dalamnya bahasa arab, akan tetapi ada beberapa hadis dan ataupun astar yang menegaskan pentingnya belajar bahasa Arab secara khusus, meskipun harus ditinjau kembali keshahihan daripada hadist ini, sebagaimana dikatakan

 أحبوا العرب لثلاث: لأني عربي، والقرآن عربي، وكلام أهل الجنة عربي

Artinya : cintailah bahasa Arab itu karena tiga alasan, karena Aku (Rasulullah saw) adalah Arab, dan karena al-qur’an berbahasa Arab, dan karena bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab. 

Sebagian kita mungkin pernah terbesit pertanyaan tentang alasan belajar bahasa Arab jika hanya untuk mengetahui agama islam, bukankah buku-buku yang berbahasa arab telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga tidak perlu lagi untuk bersusah payah belajar bahasa Arab. Mungkin sebuah alasan yang sangat tepat jika untuk mendalami ilmu agama islam, tapi tidak untuk Al-qur’an, sebagai contoh yang sangat jelas bahwasanya setiap bahasa punya pola bahasa dan karekter khusus yang jika kita alihbahasakan ke bahasa yang lain ternyata tidak mewakili makna yang dimaksud oleh kalimat sebenarnya atau paling tidak terlihat rancu dari sususan dan pola kalimatnya. Lebih-lebih lagi itu adalah kalam Allah swt (al-qur’an) tentu penerjemahan al-qur’an dalam bahasa yang lain tidak mencakup dari semua sisi bahasa, baik makna dasar, fashahah, balaghah atau dilalah yang dimaksudkan dari suatu kalimat. Al-qur’an adalah kalam Allah yang sangat indah dari susunan kalimat, maksa dan sastranya, sehingga tidak heran jikalau ada ulama yang menejalaskan atau menafsirkan  Al-quran yang 604 halaman ini menjadi puluhan jilid buku, mereka para mufassirin berusaha mengerahkan semua ilmu bahasa yang mereka kuasai untuk menjelaskan makna Al-qur’an, tentunya setelah menguasai bahasa Arab dengan sangat sempurna.

Di antara alasan lain untuk belajar bahasa Arab adalah bahwa bahasa Arab adalah bahasa ibadah dan bahasa ilmu, jika kita memperhatikan penutur bahasa Arab dengan non Arab dalam pergaulan sehari-hari saja, maka akan terlihat perbedaan yang cukup jauh, di mana penutur Arab akan sangat banyak menuturkan kalimat-kalimat thayyibah saat berbasabasi dalam kesehariannya, jangan heran jika kita bertemu dengan yang berbicara bahasa Arab akan menanyakan hal keadaan kita dalam satu waktu hingga tiga atau empat kali bahkan malahan lebih, doa-doa yang mereka panjatkan dalam setiap pertemuan mereka. Hayyakumullah, barakallahu fik, sahhalallahu umurak, masya Allah, kheir insya Allah, Allah yusallimak, sampai-sampai jika mereka tidak menyenangi sesuatupun masih mendoakan kebaikan Allah yahdiik (semoga Allah menunjukimu), seakan-akan belum mendapatkan petunjuk, walaupun ungkapan ini sebenarnya adalah untuk mereka sebenarnya belum mendapatkan petunjuk Allah ta’ala. Itulah keajaiban bahasa Arab yang selalu menarik siapapun untuk berdoa atau mendoakan orang lain.

Kita bandingkan dengan bahasa kita atau bahasa lain yang kita kenal, hanya sedikit sekali kalimat thayiibat yang kita ucapkan, hal itu dikarenakan ketinggian bahasa Arab dan pengaruh Al-qur’an. Musthofa Shodiq Arrofi’ berkata, “Tidaklah bahasa suatu kaum itu rendah kecuali mereka akan direndahkan dan kemuliaannya tidaklah menjadikan kekuasaan itu pergi meninggalkan mereka. Oleh karena itu, penjajah asing mewajibkan (bahasa mereka untuk dipelajari) kepada kaum yang mereka jajah.” Mengenai ketinggian bahasa Arab karena kaitannya dengan Islam  Umar bin Khattab RA berkata :

(قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه : (تعلموا العربية فإنها من دينكم

Artinya : Umar bin Khattab RA berkata : belajarlah bahasa Arab, karena ia bagian dari agamamu.

Selain agar tidak merasa asing dalam agama sendiri (Islam), bahasa juga memberi pengaruh positif bagi penuturnya, orang yang berbicara dengan bahasa tertentu sejak kecil, dan dikenal berbicara dengan bahasa tersebut dan ternyata mampu berbicara dengan bahasa daerah lain maka ia akan lebih mudah berintraksi dengan masyarakat tersebut. Sehingga ada sebuah ungkapan mengakatakan 

من تعلم لغة قوم أمن من مكرهم

Artinya: “Barang siapa yang mempejari (menguasai) bahasa suatu kaum maka ia akan aman dari gangguan-gangguan mereka”.

Selain karena dorongan agama dan karena keterkaitannya dengan Al-qur’an, bahasa Arab juga telah menjadi bahasa resmi di Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan ada 22 negara yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara khususnya negara-negara timur tengah dan Afrika bagian utara. Bahasa Arab juga merupakan bahasa paling tua di bumi ini dan akan tetap tumbuh dan berkembang menyesuaikan zamannya. Sehingga dalam rangka mengembangkan bahasa Arab kepada duni negara-negara Arab, khususnya Saudi Arabia, qatar, kuwait telah membangun insitute Bahasa Arab (Makhad Lughah Arabiyah) hampir di semua negara-negara maju dan berkembang baik Asia, Eropa, Amerika termasuk di Indonesia sendiri, hal ini dikarenakan keinginan besar para pelajar bahasa Arab yang tidak tertampung di universita-universitas di sana. Sebagai contoh Makhad khadimul Haramain Banda Aceh yang merupakan cabang dari Universita Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh – Saudi Arabia. Hayya nata’allam arabiyah. Ayo belajar bahasa Arab !!

* Penulis adalah staf pengajar Dayah Modern Darul Ulum dan Ma'had Khadimul Haramain (LIPIA) Aceh. Alumni magister di Khortum International Institute of Arabic Language Sudan 


 

Hari IniHari Ini20
KemarinKemarin91
Bulan iniBulan ini3290
SemuanyaSemuanya191783
Copyright Darul Ulum YPUI © 2012 :: Database Santri | Sitemap | Search | Webmail
Powered by Joomla 1.7 Templates